Tradisi Ulang Tahun

DSCN6541

Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga, sekarang juga, sekarang juga….

      Itulah sepenggal lirik lagu yang pasti dinyanyikan saat perayaan ulangtahun. Dan tak lama setelah lilin ditiup, lirik tersebut pasti akan disambung dengan lirik selanjutnya potong kuenya, potong kuenya, potong kuenya sekarang juga,sekarang juga,sekarang juga….

      Perayaan ulangtahun sangat identik dengan kue dan lilin. Tahukah Anda dimana tradisi ini berasal? Tradisi ini berasal dari Amerika. Umumnya, orang Amerika merayakan pesta dengan kue, misalnya saat ulang tahun dan saat pernikahan. Kue tersebut dihias sedemikian rupa dan untuk yang berulang tahun ditaruh sejumlah lilin sesuai dengan umur orang tersebut. Lilin melambangkan permohonan kepada Tuhan atas umur yang baru, maka sebelum lilin ditiup, yang berulang tahun harus membuat permohonan di dalam hati. Konon apabila lilin dapat padam dalam sekali tiup, permohonannya akan terkabul.

      Di Inggris, kue juga menjadi bagian penting dalam ulang tahun. Dulu, orang Inggris memasukan koin atau bidal ke dalam kue. Apabila yang berulangtahun memakan bagian yang ada koin, dipercaya ia akan menjadi kaya, dan sebaliknya, ia akan hidup susah apabila mendapatkan bagian bidal. Namun saat ini, koin mainan dan permen lebih umum digunakan, dan tentunya yang berulangtahun sudah diberitahu sebelumnya bahwa mereka akan menemukan benda-benda dalam kue mereka sehingga tidak tertelan.

      Tak hanya dengan kue, perayaan ulangtahun di negara-negara lain cukup unik. Di Irlandia misalnya, yang berulangtahun akan digantung terbalik dan dibenturkan perlahan ke tanah untuk nasib yang baik. Jumlah benturan sesuai dengan umur orang tersebut plus satu untuk bonus nasib baik.

      Tradisi yang lebih unik ada di Jerman. Apabila pria telah mencapai umur 30 tahun dan belum mempunyai pacar, ia harus menyapu tangga di balai kota. Apabila tangga sudah bersih disapu, teman-teman pria tersebut akan melemparkan sampah-sampah sehingga tangga harus kembali disapu. Ini dilakukan agar wanita-wanita yang melintas mengetahui bahwa pria ini lajang di usianya yang ke 30 dengan harapan ada wanita yang tertarik dengan pria tersebut.

      Di Denmark dan Swedia, mereka memasang bendera negara di depan jendela sehingga orang-orang tahu bahwa ada yang berulang tahun dalam rumah tersebut. Kado ulangtahun juga diletakan diam-diam dibawah tempat tidur sehingga pada saat bangun yang berulangtahun akan disambut dengan kado ulangtahun.

      Di Israel, yang berulangtahun biasanya memakai mahkota yang terbuat dari daun atau bunga. Pada umur ke 13, anak laki-laki akan merayakan ulangtahunnya di Bar Mitzvah, sedangkan anak perempuan akan merayakan umur ke 12 di Bat Mitzvah. Perayaan ini menandakan kedewasaan mereka dengan mematuhi tradisi dan hukum Yahudi dan bertindak dengan penuh tanggungjawab.

      Di Ekuador, pada umur ke 15, anak perempuan akan merayakan ulangtahunnya dengan memakan gaun pink dan ayahnya akan memakaikan sepatu hak tinggi pertama untuk anaknya tersebut. Mereka akan berdansa waltz bersama dengan 14 pasang anak perempuan dan laki-laki lainnya.

      Di Cina, perayaan ulangtahun sarat dengan menyantap mie. Mie yang bentuknya pajang mensimbolisasikan harapan akan umur yang panjang. Pantangan bagi orang Cina untuk memberikan kado berupa jam, jam dalam bahasa mandarin sama artinya dengan kematian.

      Di Jepang, umur 3,5,dan 7 tahun merupakan umur yang penting bagi masyarakat Jepang. Karena dulu, banyak anak-anak yang meninggal sebelum berumur 3,5,dan 7 tahun. Maka itu, mereka merayakannya dalam festival Shichi-Go-San yang berarti 3-5-7. Festival ini jatuh pada 15 November, orang-orang berkumpul di kuil untuk mengucap syukur atas berkat kehidupan dan memohon rejeki di umur selanjutnya.

      Di Korea, perayaan dilakukan pada umur bayi ke 100 hari. Orangtua mengucap syukur untuk anak mereka yang dapat melewati 100 hari dengan mengundang kerabat mereka. Makanan yang disuguhkan adalah kue beras, wine, kue kacang merah dan kacang hitam. Kue beras melambangkan kemakmuran. Kue kacang merah dan kacang hitam melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan bagi sang anak. Makanan tersebut diletakan di empat penjuru mata angin di dalam rumah.

Si Mungil Kue Talam

1       Siapa yang tidak kenal dengan kue talam? Kue mungil dengan tekstur yang kenyal dan rasanya yang gurih tentunya sangat akrab di lidah orang Indonesia. Bentuknya beragam, bisa bulat,bisa juga kotak, bisa berbentuk cetakan sakura, tergantung selera penyajiannya. Yang menjadi ciri khas kue ini adalah kuenya yang terdiri dari dua lapis, lapis pertama dengan bahan pokok, lalu lapis kedua yang mengandung santan serta pembuatannya dengan teknik mengkukus. Untuk mendapat adonan yang matang merata, mengukus menggunakan api kecil.

      Pada mulanya, bahan baku kue talam adalah ubi, maka seringkali disebut dengan talam ubi. Namun, semakin hari, kue talam mengalami banyak variasi. Variasi bisa digunakan dengan beragam umbi seperti kentang, wortel, singkong, dan sebagainya. Tak hanya dengan umbi, variasi bahan baku lain juga dilakukan sehingga dapat ditemui talam ebi, talam tape, talam nangka,talam durian dan masih banyak jenis lainnya. Walau demikian, yang menjadi bahan campuran utama tetap sama yakni santan dan tepung beras.

      Santan dan tepung beras tentunya menciptakan rasa yang gurih. Namun sayangnya, rasa gurih ini suka menimbulkan rasa enek apabila dikonsumsi terus menerus. Maka itu, campuran kue talam dengan menggunakan bahan-bahan beraroma segar seperti jeruk dan tepung sagu tentunya akan menimbulkan rasa yang “ringan” dan unik sehingga kue talam tidak lagi enek untuk dimakan.

      Kue talam merupakan jenis kue tradisional. Walau demikian kue ini juga dikenal di Malaysia. Di negeri Jiran, kue talam dikenal dengan nama kuih talam. Kementrian Pariwisata Malaysia menjadikan kuih talam sebagai daya tarik wisatawan. Kuih talam dipromosikan sebagai makanan khas Malaysia di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur.

      Siapa yang mengklaim atau siapa yang seharusnya mempunyai hak patent atas kue talam bukanlah hal utama disini. Dengan kandungan santan dan tepung beras, serta pembuatannya dengan teknik mengkukus,kue ini jelas merupakan ciri dari masakan Melayu. Indonesia dan Malaysia yang masyrakatnya berumpun Melayu tentunya sama-sama mewarisi jenis kue ini.

      Sayangnya, kue talam hanya mampu bertahan satu hari karena bahan kandungannya yang terdiri dari santan. Maka itu, penyimpanan yang terbaik adalah di tempat yang sejuk dengan menggunakan wadah tertutup. Hindari tempat yang terik karena akan memperpendek usia kue talam. Yang jelas, kue talam tetap menjadi primadona jajanan nusantara. Walau mengalami beragam inovasi, kue ini tetap nikmat untuk dikonsumsi. Jadi tertarik mencicipi kue talam?

Tradisi Telur Merah

Tradisi Telur Merah      Saat menerima bingkisan satu bulan bayi yang baru lahir, seringkali kita menemukan telur merah. Mungkin, beberapa diantara kita bertanya, mengapa diberi telur merah? Mengapa tidak apel merah? Atau telur hijau? Tahukah Anda mengenai tradisi telur merah tersebut?

      Tradisi ini berasal dari kebudayaan masyarakat Tionghua. Dahulu kala, sebelum ilmu medis modern masuk ke daerah Cina, tingkat kematian bayi sangatlah tinggi. Maka itu, apabila bayi mampu memasuki usia satu bulan, orang tua si bayi akan mengadakan jamuan makan di rumah mereka dan merayakannya dengan membagi-bagikan telur merah bagi tamu-tamu yang hadir. Jika si bayi laki-laki maka telur yang diberikan akan berjumlah ganjil, sementara genap apabila anaknya perempuan.

 

      Telur melambangkan sebuah kehidupan dan merah bagi orang Cina merupakan warna keberuntungan, jadi telur merah mensimbolisasi kehidupan si bayi yang beruntung kelak. Dalam perayaan itu pula, nama si bayi akan diumumkan dan juga si ibu boleh kembali bertemu dengan orang-orang diluar rumah. Masyarakat Cina percaya bahwa setelah melahirkan, selama satu bulan, si ibu harus beristirahat total untuk memulihkan kesehatannya. Maka itu, ia tidak boleh keluar dari rumah agar tidak terkena kuman atau penyakit dari luar. Selain itu, untuk memulihkan kondisi tubuhnya, si ibu juga mengkonsumsi makanan dan obat tradisional Cina seperti ayam arak, atau kaldu kaki babi.

      Tradisi pembagian telur merah banyak diadaptasi di Indonesia. Selain karena alasan historis, pembagian telur merah juga merupakan ajang untuk memperkenalkan sang bayi kepada kerabat orang tua. Maka itu, telur merah pun sering disertai dengan bingkisan makanan. Di sisi lain, bingkisan makanan biasanya sesuai dengan perkembangan jaman. Dulu, telur merah diberikan dengan nasi kuning dan ayam goreng yang melambangakan ucapan syukur, dan juga kueku, kue berbentuk kura-kura berwarna merah yang melambangkan panjang umur. Saat ini, simbolis dirasa sudah tidak menjadi yang utama sehingga pemilihan makanan lebih mengutamakan selera maka itu seringkali makanan yang dipilih adalah kue tart, cup cakes, atau bingkisan kue kering lainnya.

      Tak hanya tradisi telur merah yang berkembang di Indonesia, tradisi mencukur rambut juga berkembang bagi bayi berumur satu bulan. Bagi agama Hindu, mencukur rambut, yang diberi nama upacara Mundan merupakan upacara penyucian. Bagi masyarakat Tionghua, dikenal dengan nama Mun Yuet, dengan harapan karma buruk dari reinkarnasi masa lampau tidak ikut terbawa di kehidupan bayi yang sekarang.dan bayi bertumbuh sebagai orang baik untuk saat ini dan nanti.