Si Mungil Kue Talam

1       Siapa yang tidak kenal dengan kue talam? Kue mungil dengan tekstur yang kenyal dan rasanya yang gurih tentunya sangat akrab di lidah orang Indonesia. Bentuknya beragam, bisa bulat,bisa juga kotak, bisa berbentuk cetakan sakura, tergantung selera penyajiannya. Yang menjadi ciri khas kue ini adalah kuenya yang terdiri dari dua lapis, lapis pertama dengan bahan pokok, lalu lapis kedua yang mengandung santan serta pembuatannya dengan teknik mengkukus. Untuk mendapat adonan yang matang merata, mengukus menggunakan api kecil.

      Pada mulanya, bahan baku kue talam adalah ubi, maka seringkali disebut dengan talam ubi. Namun, semakin hari, kue talam mengalami banyak variasi. Variasi bisa digunakan dengan beragam umbi seperti kentang, wortel, singkong, dan sebagainya. Tak hanya dengan umbi, variasi bahan baku lain juga dilakukan sehingga dapat ditemui talam ebi, talam tape, talam nangka,talam durian dan masih banyak jenis lainnya. Walau demikian, yang menjadi bahan campuran utama tetap sama yakni santan dan tepung beras.

      Santan dan tepung beras tentunya menciptakan rasa yang gurih. Namun sayangnya, rasa gurih ini suka menimbulkan rasa enek apabila dikonsumsi terus menerus. Maka itu, campuran kue talam dengan menggunakan bahan-bahan beraroma segar seperti jeruk dan tepung sagu tentunya akan menimbulkan rasa yang “ringan” dan unik sehingga kue talam tidak lagi enek untuk dimakan.

      Kue talam merupakan jenis kue tradisional. Walau demikian kue ini juga dikenal di Malaysia. Di negeri Jiran, kue talam dikenal dengan nama kuih talam. Kementrian Pariwisata Malaysia menjadikan kuih talam sebagai daya tarik wisatawan. Kuih talam dipromosikan sebagai makanan khas Malaysia di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur.

      Siapa yang mengklaim atau siapa yang seharusnya mempunyai hak patent atas kue talam bukanlah hal utama disini. Dengan kandungan santan dan tepung beras, serta pembuatannya dengan teknik mengkukus,kue ini jelas merupakan ciri dari masakan Melayu. Indonesia dan Malaysia yang masyrakatnya berumpun Melayu tentunya sama-sama mewarisi jenis kue ini.

      Sayangnya, kue talam hanya mampu bertahan satu hari karena bahan kandungannya yang terdiri dari santan. Maka itu, penyimpanan yang terbaik adalah di tempat yang sejuk dengan menggunakan wadah tertutup. Hindari tempat yang terik karena akan memperpendek usia kue talam. Yang jelas, kue talam tetap menjadi primadona jajanan nusantara. Walau mengalami beragam inovasi, kue ini tetap nikmat untuk dikonsumsi. Jadi tertarik mencicipi kue talam?